07 Januari 2009

Matematika Itu Mudah

Matematika dari dulu hingga kini kerap menjadi momok bagi anak-anak. Muncul anggapan bahwa matematika itu susah, sulit, menyebalkan sehingga tidak jarang anak-anak kerap membenci pelajaran matematika, timbul juga anggapan, guru matematika itu killer.

Kini saatnya untuk merubah mindset tersebut. Matematika itu menyenangkan, mudah, cepat juga fun. Anak akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi dengan menguasai matematika dengan baik.

Metode Jari Aljabar hadir salah satunya didasari dari pemikiran tersebut. Jari Aljabar merupakan hasil dari analisa yang matang dimana kami ingin agar anak anak dapat menguasai matematika tanpa mengurangi hak anak untuk bermain. Pembelajaran dilakukan melalui pendekatan persuasif, dialogis, penuh kasih sayang dan kegembiraan.

Metode Jari Aljabar adalah metode belajar matematika dasar dengan cara mudah, cepat, cerdas dan menyenangkan hanya dengan menggunakan jari tangan, tanpa alat (sempoa atau abacus) dan tanpa rumus (tertian besar, teman kecil) dengan pendekatan ESQ ( kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual), sehingga anak metode ini cocok diperuntukan bagi anak usia Playgroup, TK dan SD.


Mengapa menggunakan metode Jari Aljabar?

1. Metode ini memberikan KEKUATAN pondasi mental dan moral bagi anak untuk belajar matematika pada tingkat selanjutnya.
2. Sangan RINGKAS dan sederhana (simple).
3. Membuat anak menjadi AKTIF dan antusias belajar matematika.
4. Metode ini HARMONI dan selaras dengan metode konvensional yang diterapkan di sekolah.
5. MUDAH dipelajari, dipahami dan diterapkan oleh siapapun.
6. Diajarkan dengan hanya meng-APLIKASI-kan jari tangan, tanpa alat dan tanpa rumus.Metode ini membuat anak menjadi TANGKAS, cerdas dan cermat


Manfaat belajar Jari Aljabar:

1. Anak akan lebih mudah, cepat dan senang belajar matematika, karena konsep belajar Jari Aljabar adalah belajar sambil bermain.
2. Jari tangan anak dapat berfungsi menghitung bilangan hingga ratusan, sehingga fungsinya dapat menggantikan alat seperti sempoa.
3. Jari tangan anak tidak mungkin disita ketika anak mengikuti ulangan atau ujian, seperti alat bantu lain.

4. Memori otak anak tidak akan terbebani oleh hapalan yang justru tidak diperkenankan dalam pembelajaran matematika dasar.
5. Dengan pendekatan ESQ anak belajar matematika namun tetap tidak lepas dari nilai-nilai kecerdasan spiritual.

Contoh Soal:

Soal SD Kelas 2 : (13 + 18 + 35 + 24 – 65) x 16 + 6 x 9 = ?
Soal TK : 7 + 6 + 9 + 15 +8 + 13 – 14 – 17 + 23 = ?



Dimana Tempat Belajar Jari Aljabar?

Jari Aljabar Cabang Jakarta Barat
TK/KB Mutiara Bangsa
Citra I Ext. Blok AE 8 No. 1 Kalideres, Jakarta Barat
Telp : (021) 54378054, (021) 94049420
Email : jarialjabar.jakartabarat@yahoo.com
http://jarialjabar.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar